Mendikbud: Juli 2014, Buku Gratis Sudah Harus Sampai ke Sekolah

03-03 Mendikbud Juli 2014, Buku Gratis Sudah Harus Sampai ke SekolahMAGELANG, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengklaim sudah melaksanakan persiapan matang untuk menerapkan Kurikulum 2013. Dia mengatakan, saat ini persiapan sudah memasuki tahap akhir. Sebanyak 245 juta buku gratis pun akan segera dibagikan ke seluruh Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

”Buku sedang dicetak dan digandakan, sekarang sasaran pelatihan sedang kami mulai. Oleh karena itu, setelah proses ini selesai, maka akan langsung kami bagikan secara cuma-cuma,” ujar Nuh, seusai memberi kuliah umum di Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (2/6/2014).

Menurut Nuh, pembagian buku secara gratis mulai dari tingkat SD hingga SMA adalah langkah pertama pemerintah memperhatikan kualitas pendidikan di Indonesia. Dia menganggap kebijakan pembagian sebanyak 245 juta eksemplar buku di seluruh sekolah menjadi sejarah baru yang akan direalisasikan mulai tahun ini.

”Ini revolusi, belum pernah ada sejarah, buku sejak SD sampai SMA kita bagikan keseluruhannya secara cuma-cuma. Rencananya tahun ini kita bagikan, sebelum 14 Juli 2014 buku harus (sampai) ke sekolah,” ujar dia.

Selasa, 3 Juni 2014

Repro: edukasi.kompas.com

TAMBAH PRESTASI LAGI

Dengan di selenggarakan POPDA Kab Sampang mulai tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2014 siswa siswi SMP Ngegeri 2 Sampang menorehkan lagi prestasi yang gemilang dengan menyabet beberapa jenis kejuaraan antara lain :
1. Juara I lari 100m Pa
2. Juara I lari 100m Pi
3. Juara I lari 200m Pi
4. Juara II lari 200m Pi
5. Juara III lari 400m Pa
6. Juara II lompat jauh Pa
7. Juara II Tolak peluru Pi
8. Juara I Bulu tangkis single Pi
9. Juara III Bulu tangkis single Pa
10. Juara I Bulu tangkis ganda Pi
semakin jaya SMP Negeri 2 Sampang……

Siswa SD dan SMP Tidak Perlu LKS

Meringankan Beban Orangtua Setiap Kenaikan Kelas

14-01 Siswa SD dan SMP Tidak Perlu LKS JAKARTA – Sebentar lagi masa peralihan tahun pelajaran baru. Biasanya orangtua selalu mengeluh biaya belanja buku yang mahal. Mulai dari buku panduan atau pegangan siswa, hingga buku LKS (lembar kerja siswa) yang tipis tetapi banyak jumlahnya itu.

 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku bahwa belanja buku setiap tahun pelajaran baru memang sering dikeluhkan siswa.

Dia mengatakan biaya sekolah yang sudah digratiskan, kadang masih belum mendapatkan respon positif dari orangtua karena masih ada beban membeli buku.

Tetapi Nuh berjanji bahwa tahun pelajaran 2014-2015 ini para orangtua siswa sudah tidak perlu repot-repot belanja buku. Khususnya untuk siswa kelas 1, 2, 4, dan SD serta siswa kelas 1 dan 2 SMP yang tahun ini menjadi sasaran implementasi Kurikulum 2013.

“Sudah tidak perlu membeli buku-buku LKS dan buku pegangan lainnya,” papar menteri asal Surabaya itu kemarin. Dia mengatakan buku siswa yang menjadi sasaran kuriuklum anyar itu disuplai gratis oleh pemerintah.

Nuh mengatakan di dalam buku baru itu, sudah banyak disisipkan materi latihan siswa. Sehingga dia mengatakan para guru tidak perlu mewajibkan lagi siswanya membeli LKS.

Nuh menjelaskan implementasi kurikulum 2013 tahun ini menggunakan skema menyeluruh tetapi sebagian. Itu artinya, seluruh siswa di Indonesia SD, SMP, dan SMA merasakan kurikulum baru. Tetapi dibatasi siswa kelas 1, 2, 4, dan 5 SD serta siswa kelas 1 dan 2 SMP dan SMA.

Nuh menjelaskan bahwa skema pengadaan buku kurikulum baru berhasil diperbaiki sehingga memotong birokrasi lelang pengadaan barang. Dia menuturkan Kemendikbud sudah melakukan lelang pengadaan buku kurikulum baru untuk 70 lebih paket berdasarkan regional.

Nah seluruh kepala sekolah diminta memesan buku kurikulum baru di percetakan berdasarkan regional masing-masing. “Uang buku tetap ada di sekolah, tetapi dibayarkan ke percetakan yang memenangkan tender,” papar dia.

Dengan cara ini, Nuh meminta sekolah sudah tidak perlu lagi bekerjasama dengan penerbit-penerbit untuk pengadaan buku pelajaran. “Perhitungan kami, bahan belajar dari buku yang diterbitkan pemerintah itu sudah cukup,” jelas dia.

Nuh juga berjanji akan melakukan pemantauan terhadap peredaran buku kurikulum baru itu. Tujuannya adalah, untuk mencegah ada sekolah yang menjual buku kurikulum baru dari pemerintah itu kepada siswa. Nuh juga berharap penerbita yang selama ini mengedarkan buku-buku LKS, tidak mendesak para guru serta kepala sekolah untuk membeli LKS.

Nuh menjelaskan harga buku yang diterbitkan Kemendikbud jauh lebih murah dibanding dengan buku-buku yang didarkan penerbit selama ini. “Yang membuat mahal itu bisnis perbukuannya. Kalau urusan percetakannya murah,” tandasnya.

Dia mengatakan harga satuan buku pemerintah berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu. Dengan ketebalan hingga 400 halaman.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Achmad Jazidie menuturkan, di jenjang SMA masih dibutuhkan keberadaan buku tambahan. Sebab implementasi kurikulum baru di jenjang SMA menerapkan skema peminatan IPA dan IPS. Sehingga siswa tetap diberikan keleluasan untuk membeli buku tambahan sesuai dengan peminatannya. (wan)

Rabu, 14 Mei 2014 , 07:54:00

By smp negeri 2 sampang Posted in BERITA