SELAMAT DAN SUKSES

SAMPANG KOTA-

Puluhan kepala sekolah (Kasek) berangkat studi banding ke Singapura dan Malaysia. Sebanyak 43 Kasek tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Sampang yang berangkat ke dua negara tetangga itu dilepas Bupati Noer Tjahja di Pringgitan rumah dinas bupati kemarin (22/7). Mereka akan berada di Singapura-Malaysia Studi selama empat hari (24-28 Juli). Studi banding dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sampang. Dengan program ini, diharapkan para kasek itu bisa belajar pengelolaan sekolah internsioanal secara langsung. Mereka akan mengunjungi empat sekolah internasional. Masing-masing, dua sekolah di Malaysia dan Singapura. Setiap satu hari rombongan Kasek mengunjungi satu sekolah internasional. Tak hanya sekadar studi, mereka akan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan tiap sekolah internasional yang dikunjungi. Nota kesepahaman bersama itu untuk kegiatan pertukaran pelajar untuk waktu yang akan datang. Saat pelepasan kemarin, bupati menyampaikan selamat jalan dan selamat bertugas kepada puluhan Kasek tersebut. Dia mengharapkan apa yang diperoleh di Singapura-Malaysia tidak sekadar meningkatkan kualitas Kasek yang berangkat. Juga bisa menularkan pengalaman kepada guru-guru di Sampang. “Selain itu, penting juga bagaimana mengaplikasikan pengalaman yang diperoleh selama di sana (Singapura-Malaysia),” ujar Noer Tjahja. Bupati membuka ruang dialog kepada para Kasek yang hendak berangkat studi. Saat salah satu Kasek memperkenalkan diri sebagai satu-satunya Kasek dari sekolah swasta, Noer Tjahja sempat kaget. “Kalau bisa, ke depan kegiatan bagus semacam in bisa diikuti seluruh Kasek,” ungkap bupati yang kemudian diiformasikan masih adanya Kasek yang tidak ikut karena kendala keuangan. Sebab, untuk kegiatan ini menggunakan dana dari tiap peserta. Turut mendampingi bupati dalam pelepasan kemarin hadir Sekkab Hermanto Subaidi, Kabid Pengembangan Kurikulum dan Pengendalian Mutu Dinas Pendidikan Abi Kusno, Kabid Tendik Disdik Zaenal Fattah, Kabag Hukum Setkab Hainur Rasyad, dan pejabat pemkab lainnya. Sementara itu, pihak penyelenggara untuk Provinsi Jawa Timur Entis Sutisna mengatakan, Sampang merupakan pelopor di Pulau Madura. Di tingkat Provinsi Jatim, kabupaten/kota yang sudah melaksanakan program seperti ini adalah Pasuruan, Kota Batu, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, dan Mojokerto. “Sedangkan di pulau Madura ini Sampang menjadi pelopornya,” ungkap Entis saat ditemui di pendapa bupati. Dia mengaku bangga dengan komitmen Kasek di Sampang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Terlebih dalam menyongsong pendidikan internasional. “Bagaimanapun juga kegiatan ini sangatlan penting dan bermanfaat,” tandasnya. Diharapkan, ke depan bisa melakukan pertukaran pelajar dengan Singapura-Malaysia. “Makanya nanti disiapkan MoU dengan sekolah di sana,” terangnya. Kenapa harus Malaysia dan Singapura? Entis mengatakan, Kementrian Pendidikan di dua negara itu sangat apresiatif dengan kegiatan ini. “Namun yang terpenting adalah empat lembaga yang nanti akan dikunjugi sudah siap membuat MoU seperti yang diharapkan untuk perjalanan pendidikan internasional di Sampang mendatang,” ujarnya. (fei/JawaPos**)