Kwarda Jabar Merintis Dua Satuan Karya Baru


Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf melantik Majelis Pembimbing Daerah Jawa Barat di Aula Perum Perhutani, Jln. Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (13/1).* TIA KOMALASARI/”PR”

BANDUNG, (PR).-
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat merintis dua Satuan Karya (saka) baru yaitu Telematika dan Wirausaha pada tahun 2011. Rintisan Saka tersebut merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Kwarda di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Kwarda Jawa Barat, Dede Yusuf, seusai melantik Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Barat di Aula Perum Perhutani, Jln. Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (13/1). Untuk Saka Telematika, Kwarda Jawa Barat akan melakukan penandatanganan noktah kesepahaman dengan PT Telkom pada minggu depan.

“Sudah ada kepastian penadatanganannya minggu depan, tetapi belum tahu kapan. Selanjutnya Telkom yang akan menjadi pembina rintisan Saka tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, kerja sama tersebut akan diawali dengan pendidikan pada 800 calon tenaga pelatih di Jawa Barat. Selanjutnya, pelatih tersebut yang mulai akan merintis ke seluruh kwartir cabang yang ada di Jawa Barat.

Materi Saka Telematika tersebut, Dede berkata, tidak hanya mengenai teknik informatika, namun juga broadcasting. Dengan demikian, anggota Pramuka selanjutnya bisa mengasah kemampuannya di bidang persenter maupun penyiar.

Sementara untuk Saka Wirausaha, rencananya Kwarda Jawa Barat akan menggandeng Masyarakat Perbankan Indonesia.

Menurut Dede, adanya dua rintisan Saka tersebut merupakan salah satu langkah bagi Pramuka untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Dia menuturkan, sekarang Pramuka dihadapkan tantangan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas. Saat ini, anggota Pramuka di Indonesia masih 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia yaitu sebanyak 22 juta orang. Sementara di Jawa Barat, anggotanya berjumlah 3,5 juta. Padahal, jumlah penduduk yang termasuk kategori pemuda di Indonesia berkisar 60 persen dari 200 juta orang. “Itu berarti Pramuka harus diakui kurang memilki daya tarik untuk diminati anak muda sekarang,” kata dia. (A-185)***( pikiran rakyat online )

Iklan