Juknis Berubah, Dana BOS Belum Cair

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2011 dipastikan sudah masuk ke kas daerah (kasda) Pemkab Sampang. Dana sebesar Rp 48 miliar tersebut belum dapat dicairkan, karena ada perubahan petunjuk teknis (juknis).
Kepala Bidang Kebijakan dan Pembiayaan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Drs H Sumadi, mengatakan, payung hukum perubahan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. 900/5106/57 dan No. 02/XII/SEB/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana BOS dalam APBD 2011. Selain itu, landasan hukum yang dipakai dalam perubahan mekanisme pencairan tersebut adalah Peraturan Mendiknas No. 37/2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS, serta Peraturan Menteri Keuangan No. 247/PMK.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Sementara Bagi Pemkab.
“Perubahan mekanisme dan prosedur dalam proses pencairan dana BOS itu merupakan bentuk tanggung jawab Pemkab dalam menuntaskan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun, ” jelas Sumadi, Senin (31/1/2011).
Ketika ditanya apakah perubahan tersebut berkaitan dengan banyaknya kasus penyimpangan dalam penyaluran BOS, Sumadi menegaskan, aturan baru itu semata-mata untuk memacu para Kepala Sekolah (Kasek) agar bekerja tepat waktu dan tertib administrasi dalam pembuatan surat pertanggungjawaban (Spj) dana BOS yang diberikan kepada siswa SD sebesar Rp 33 ribu/murid dan Rp 47,5 ribu/murid untuk siswa SMP.
“Ketentuan itu berlaku di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pengelolaan dana dari pusat itu langsung masuk ke rekening Kasek, sekarang harus masuk kasda. Penggunaan anggaran itu antara lain untuk belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal yang perlu dipahami para Kasek,” jelasnya. Sumadi belum dapat memastikan kapan dana BOS itu cair. Pihaknya kini tengah melakukan sosialisasi terhadap para Kasek.
Diambil dari e-Madura.com

By smp negeri 2 sampang Posted in BERITA, GURU