PEMBANGUNAN WADUK NEPA DITERUSKAN

SURABAYA l SURYA Online — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bertekad menuntaskan pembangunan Waduk Nipah di Kabupaten Sampang, Pulau Madura. Pemprov berjanji tidak akan menggunakan kekerasan guna menyelesaikan pembebasan lahan yang tertunda sejak tahun 1993 itu.
“Gubernur Jatim (Soekarwo) meminta agar pembangunan Waduk Nipah dituntaskan. Sayang sekali kalau tidak dilanjutkan. Karena kalau waduk ini selesai, banyak manfaat yang bisa diperoleh warga,” kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kamis (10/2/2011), usai bertemu dengan pelaksana pembangunan Waduk Nipah.
Pembangunan Waduk Nipah tersendat karena masalah pembebasan lahan. Sejak awal, sejumlah warga menolak melepas lahannya guna pembangunan waduk tersebut. Akibat penolakan itu, timbul insiden yang menewaskan empat warga Kecamatan Banyuates pada September 1993.
Saifullah menjelaskan, meski tersendat akibat indisen itu, proses pembangunan waduk ternyata terus berjalan. Dari lahan seluas 527 hektar yang dibutuhkan, kini sudah ada 489 hektar lahan yang telah dibebaskan.
Konstruksi waduk saat kini sudah siap. Namun waduk tersebut belum bisa dioperasikan karena masih ada sekitar 38 hektar lahan yang belum dibebaskan. Sejumlah warga bahkan masih ada yang tinggal di bagian dalam calon waduk tersebut.
Menurut dia, mayoritas warga yang menolak lahannya dibebaskan berada di Dusun Tolang, Desa Tolang, serta dusun Balanjeng dan Morsongai di Desa Nagasareh. Semuanya berada di Kecamatan Banyuates.
Penolakan warga itu, menurut Saifullah, antara lain terjadi karena masalah nilai pembebasan lahan. Permintaan warga Rp 50.000 per meter. “Ini yang belum ada kesepakatannya. Pemerintah belum berani menawar,” ujarnya.
Guna melancarkan proses pembebasan lahan, pihaknya bersama Pemkab Sampang akan berupaya meyakinkan warga.
Waduk Nipah yang menampung 6 juta meter kubik air itu akan mampu mengairi 1.150 hektar sawah irigasi, menjadi sumber air minum, serta kebutuhan lain seperti perikanan dan pariwisata. “Targetnya, pembebasan lahan selesai September tahun ini. Dananya dari pusat, tapi provinsi juga siap menyalurkan dana,” tambahnya.
Menanggapi rencana Pemprov Jatim itu, Ketua Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Airlangga Bambang Budiono mengatakan, pembangunan Waduk Nipah harus mengutamakan dialog dengan warga. Ia menilai, selama ini dialog dengan warga diterjemahkan pemerintah dengan melakukan sosialisasi yang sifatnya penyuluhan.
“Yang harus dibangun adalah dialog kemitraan dengan tokoh dan warga setempat, bukan sosialisasi. Proses itu akan memakan waktu, namun hasilnya akan lebih baik bagi semua pihak,” katanya.
Bambang mengingatkan bahwa luka masyarakat akibat tragedi tewasnya empat warga tahun 1993 masih berbekas. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan kondisi itu dalam proses pembebasan lahan untuk Waduk Nipah.

By smp negeri 2 sampang Posted in BERITA

One comment on “PEMBANGUNAN WADUK NEPA DITERUSKAN

  1. asslamu alaikum wr wb,,,saya sependapat dengan Bp.Bambang Budiono,Bahwa dialog dengan masyarakat sekitar perlu di lakukan,karena selama ini pihak pemerintah hanya melakukan penyuluhan yang tidak di mengerti oleh rakyat jelata,,,karena pada umum nya rakyat tidak mengerti dan tidak memahami kegunaan dari pada waduk itu sendiri,,.Sekian terima kasih wassalamualaikum wr wb……

Komentar ditutup.