Gaji Guru Masih Diperdebatkan

TEMPO Interaktif, Jakarta – Masuk   tidaknya gaji guru dalam anggaran pendidikan masih diperdebatkan dalam Rapat Panitia Kerja Komisi X di Gedung DPR RI, Senin (21/2). Menurut dosen pengajar di Universitas Indonesia, Didik Rachbini, perlu konsep baru jika ingin memasukkan atau mengeluarkan gaji guru dalam anggaran pendidikan yang saat ini baru sebesar 20 persen, Senin (21/2). Menurut dia, hal ini penting mengingat anggaran pendidikan yang sebesar 20 persen akan banyak dihabiskan untuk membayar gaji guru saja. “Jatah untuk Diknas menjadi kecil,” ujar Didik. Solusi yang tepat, menurut dia, adalah dengan menambah jumlah anggaran pendidikan menjadi di atas 20 persen. “Dua puluh tiga atau 24 persenlah,” kata Didik. Didik juga merasa prihatin karena anggaran untuk penelitian di tingkat perguruan tinggi sangat kecil akibat masuknya gaji guru dalam anggaran pendidikan. Sementara itu, Jimly Asshiddiqie yang diundang dalam rapat Panja, mengatakan jangan hanya melihat dari besarnya jumlah anggaran. “Yang terpenting adalah komitmen untuk melaksanakan anggaran,” kata bekas ketua Mahkamah Konstitusi itu. Jimly mengatakan pada prakteknya penerapan anggaran pendidikan akan tergantung kepada pilihan politik. Menurut dia, besarnya anggaran disesuaikan dengan kemampuan dan keperluan APBN. Namun, Jimly menegaskan agar angka 20 persen jangan dikurangi. “Putusan MK soal 20 persen harus konsisten dilakukan,” kata Jimly.  (Aditya Budiman)

2 comments on “Gaji Guru Masih Diperdebatkan

Komentar ditutup.