Rp 10,4 Triliun Untuk Perbaikan Sekolah Rusak

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) pada tahun 2011 ini telah menyiapkan dana sebanyak Rp 10,4 triliun untuk perbaikan atau rehabilitasi bangunan fisik sekolah di seluruh daerah. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, bantuan rehabilitasi sekolah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) ini untuk menopang kekurangan anggaran dari masing-masing daerah.
“Dari hasil survey yang telah kita lakukan, memang ada beberapa sekolah yang harus ada perbaikan fisik. Sehingga pemerintah memutuskan untuk mengucurkan dana Rp 10,4 triliun yang akan dimasukkan ke dalam DAK,” ungkap Nuh di Jakarta, Rabu (18/5).Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) tersebut mengakui, besaran nilai bantuan yang disalurkan pemerintah pusat untuk rehabilitasi sekolah memang masih cangat kecil. Namun demikian Nuh meyakini dana tersebut bisa juga digunakan untuk pengadaan alat peraga dan laboratorium. Dengan demikian, setelah adanya perbaikan maka pemerintah daerah diharapkan lebih tergugah untuk melakukan perbaikan fasilitas pendidikan lainnya di daerah masing-masing.

Nuh menambahkan, pemerintah kabupaten/kota berwajiban dalam perawatan sekolah jenjang SD hingga SMP. Namun Nuh tak menampik banyak Pemda membiarkan sekolah rusak.

“Saya pun tidak bisa menutup mata jika ada sekolah yang rusak dibiarkan begitu saja. Dengan dana triliunan tersebut, akan kita upayakan untuk diusulkan setiap tahunnya. Bahkan, kita akan selalu meminta data dari kabupaten/kota mengenai nama atau lokasi sekolah yang perlu perbaikan mumpung anggaran pendidikan semakin naik dan mampu mencapai standar pelayanan minimal (SPM),” papar Nuh.

Lebih jauh Nuh menambahkan, harus ada perubahan orientasi untuk memperhatikan sekolah kelas menengah ke bawah. Pasalnya, lanjut Nuh, saat ini seluruh perhatian hanya terfokus pada sekolah besar dan global.

“Kita pastinya juga akan membuka kesempatan bagi swasta dan lainnya untuk dapat membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan,” tukasnya. (cha/esy/jpnn)