TUNJANGAN PROFESI GURU DIHENTIKAN

Upacara Hari Guru ke-60  diperkirakan akan diliputi suasana tegang. Pasalnya, penyaluran TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) bagi GTT (Guru Tidak Tetap) atau guru honorer akan distop. Selain itu bagi guru yang terbukti “nakal’ saat sertifikasi, TPP-nya terancam harus mengembalikanke kas negara.

Ancaman keras itu tertuang dalam Surat Edaran yang ditandatangi oleh Sekretaris Jendral KementerianPendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im. Surat edaran tersebut juga ditembuskan kepada menteri hingga jajaran eselon I lingkungan kementerian berslogan Tutwuri Handayani itu.

Ada beberapa poin penting dalam surat edaran bernomor 088209/A.C5/KP/2011 tersdebut.

Poin Pertama, ditujukan kepada GTT atau guru honorer yang SK pengangkatannya tidak ditandatangai pejabat berwenang dan gajinya tidak diambilkan dari APBD atau APBN. Guru honorer yang tidak digaji dari APBD atau APBN lazim disebut guru honorer kategori II. 

Poin Kedua, Guru honorer katetogi II dinyatakan tidak bisa mengikuti sertifikasi.

Poin Ketiga penghentian TPP juga berlaku untuk guru honorer di sekolah swasta yang SK pengangkatannya bukan dari pengurus yayasan. 

Poin Keempat, bagi guru PNS maupun honorer yang melanggar hukum, tapi saat sertifikasi dinyatakan lolos terancam dipecat. TPP harus dikembalikan ke negara. 

Poin Kelima , pelanggaran hukum dapat berupa pemalsuan ijazah, manipulasi durasi jam pengajar, hingga menyuap pejabat setempat.

7 comments on “TUNJANGAN PROFESI GURU DIHENTIKAN

  1. Fenomena dalam Dunia Pendidikan tak pernah selesai. mari kita tonton apa maunya Pemerintah. sertirfikasi sudah berjalan yg dibahas GTT. kenapa tidak dilirik para PNS yg sudah bersertifikasi tetapi tidak menjalankan tugas dan tidak ada perubahan dalam mengajarnya.(uang sertifikasinya bukan untuk menunjang dalam meningkatkan pembelajaran tetapi dibelikan ladang,sawah, hewan ternak dan DP naik Haji) Gila memang gila Mau apa dan kemana dunia pendidikan kita. semoga kita yg waras2 ini masih bisa menjalankan tugas kita semaksimal mungkin.

  2. Setuju, sebaiknya pemerintah membuat definisi dan rambu rambu tentang keprofesionalan seorang guru sehingga jika ada guru tidak sesuai dengan definisi dan rambu rambu maka tunjangan keprofesionalannya dicabut. Bila perlu melibatkan pengawas eksternal untuk mengawasinya

  3. Professional tolok ukurnya apa? Sertifikat????menurut saya pribadi semua ujung2nya uang untuk menambah penghasilan/melanjutkan hidup….. lebih baik apabila professional itu dibuktikan dengan menghasilkan anak didik/bibit unggul dan berprestasi….Institusi Pendidikan sekarang beserta satuannya hanya berebut mengklaim dirinya seorang professional.
    Alumni SMPN 2 SPG.

  4. Saat bertanya kpd salah satu guru penerima TPP,saat ini sdh bs memanfaatkan TPP untuk apa,dengan bangganya si guru menjawab,Alhamdulillah bunda sdh bs ngganti mobil yg lbh bagus…saat ditanya drmh sdh ada komputer/laptop? apa jawabannya…wah mengoperasikan saja belum bs kok beli to bun….Subhanallah….Tp Insyaallah saat ini sdh masih banyak guru yang sdh memanfaatkan 20 % TPPnya untuk pengembangan diri dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas…semoga!

Komentar ditutup.