Kurikulum dan Pertimbangan yang Tak Terungkap

1342378-kurikulum-2013-bukan-pepesan-kosong-780x390

JAKARTA, KOMPAS.com – Kurikulum 2013 (K-13) seperti lahir untuk menuai kontroversi. Perdebatan muncul dari dua sisi, saat diterapkan dan saat dicabut penerapannya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, menginstruksikan semua sekolah untuk meninggalkan K-13 dan kembali menggunakan Kurikulum 2006 (kurikulum tingkat satuan pendidikan/KTSP). Alasannya, penerapan K-13 dianggap tergesa-gesa, tanpa ada persiapan yang matang, dan tanpa pertimbangan yang terukur.

Instruksi Anies itu berlaku untuk semua sekolah, kecuali 6.221 sekolah yang telah menerapkan K-13 lebih dari tiga semester. Di sekolah-sekolah itu, K-13 masih bisa dilanjutkan sambil menunggu hasil evaluasi. baca selanjutnya

PENGUMUMAN UN SMP 2 SAMPANG

Sesuai dengan permintaan kepala dindik kab sampang untuk menanggulangi aksi siswa setelah pelulusan maka SMP Negeri 2 Sampang akan mengumumkan pelulusan siswa pada jam 17.00 wib atau jam 5 sore

 

peng

Mendikbud: Juli 2014, Buku Gratis Sudah Harus Sampai ke Sekolah

03-03 Mendikbud Juli 2014, Buku Gratis Sudah Harus Sampai ke SekolahMAGELANG, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengklaim sudah melaksanakan persiapan matang untuk menerapkan Kurikulum 2013. Dia mengatakan, saat ini persiapan sudah memasuki tahap akhir. Sebanyak 245 juta buku gratis pun akan segera dibagikan ke seluruh Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

”Buku sedang dicetak dan digandakan, sekarang sasaran pelatihan sedang kami mulai. Oleh karena itu, setelah proses ini selesai, maka akan langsung kami bagikan secara cuma-cuma,” ujar Nuh, seusai memberi kuliah umum di Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (2/6/2014).

Menurut Nuh, pembagian buku secara gratis mulai dari tingkat SD hingga SMA adalah langkah pertama pemerintah memperhatikan kualitas pendidikan di Indonesia. Dia menganggap kebijakan pembagian sebanyak 245 juta eksemplar buku di seluruh sekolah menjadi sejarah baru yang akan direalisasikan mulai tahun ini.

”Ini revolusi, belum pernah ada sejarah, buku sejak SD sampai SMA kita bagikan keseluruhannya secara cuma-cuma. Rencananya tahun ini kita bagikan, sebelum 14 Juli 2014 buku harus (sampai) ke sekolah,” ujar dia.

Selasa, 3 Juni 2014

Repro: edukasi.kompas.com