DEFINISI PTK


Semua orang pasti setuju bahwa kita harus selalu meningkatkan mutu pembelajaran. Tapi bagaimanakah caranya? Ada pendapat yang cukup ekstrem, sebagaimana pendapat Angelo (1991). menurutnya, seharusnya dunia pendidikan dapat ditingkatkan kualitasnya dengan memanfaatkan hasil penelitian dalam bidang pendidikan dan psikologi. Tetapi kenyataan yang terjadi adalah hasil-hasil penelitian kurang dapat menjawab peningkatan kualitas pendidikan.

Kenyataannya, bahwa para peneliti (dalam penelitian non kelas) telah gagal menjawab persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Para peneliti (penelitian non kelas) ini lebih tertarik kepada aspek publikasi ilmiah hasil penelitiannya, dibandingkan dengan kegiatan mengaplikasikan temuannya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Menurut para pakar pendidikan, para peneliti tersebut di kegiatan penelitiannya hanya menjawab persoalan-persoalan umum dalam dunia pendidikan, bukan untuk melakukan aplikasi-aplikasi tertentu dalam kelas-kelas khusus. Itulah yang menyebabkan persoalan-persoalan teknis (praktis) yang mendasar dalam dunia pendidikan masih tetap belum terjawab.

Pada tahun 1986 dalam usahanya untuk menjembatani tercerai-berainya penelitian dengan praktik pembelajaran di kelas, Praticia Cross mengajukan sebuah cara sistematis untuk melakukan penelitian yang dilakukan di dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Cross (dalam Angelo, 1991) berpendapat bahwa cara yang diajukannya tersebut (selanjutnya disebut: penelitian kelas) merupakan sebuah cara untuk mengurangi jarak antara peneliti dan praktisi, karena mengangkat persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Hasil penelitiannya pun dapat secara langsung dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan kualitas pembelajaran.

Penelitian tindakan kelas (PTK atau Classroom Action Research) dapat dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya. Bagi sebagain guru di Indonesia, PTK mungkin masih dirasa asing. Agar guru dapat melakukan PTK dengan benar maka perlu mengenal dan memiliki pengetahuan yang cukup dan gambaran yang jelas tentang jenis penelitian yang satu ini.

Menurut Suharsimi Arikunto (2004), ada tiga kata yang membentuk pengertian PTK, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Masing-masing mempunyai makna tersendiri. Sekarang, marilah kita bahas satu persatu:

Kata Pertama: Penelitian

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal, serta menarik minat dan penting bagi sang peneliti.

Kata Kedua: Tindakan

Tindakan adalah kegiatan yang sengaja dilakukan seseorang dengan tujuan tertentu.

Kata Ketiga: Kelas

Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Dalam hal ini kelas bukan wujud ruangan tetapi diartikan sebagai sekelompok siswa yang sedang belajar.

Lain lagi dengan Kasihani (1999), yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian praktis, bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Pada pelaksanaannya, setiap masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluar haruslah masalah yang benar-benar ada dan nyata dialami oleh guru.

Sedangkan menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu, untuk memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dialami guru.

Saat melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru dapat melakukannya secara mandiri atau bersama dengan tenaga kependidikan yang lain (secara kolaboratif). Melalui penelitian tindakan kelas inilah, guru diharapkan akan dapat memperbaiki praktek-praktek pembelajarannya sehingga menjadi lebih efektif. Dalam kenyataannya, penelitian tindakan kelas ternyata juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek. Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru akan memperoleh feedback mengenai pembelajarannya. Melalui PTK guru juga dapat mengadaptasi teori-teori yang ada untuk kepentingan proses dan produk pembelajaran sehingga keduanya dapat berlangsung lebih efektif dan optimal.  (SUHADINET)

 

Tinggalkan sebuah Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s